PAPER TUGAS KEGIATAN BELAJAR I
PERILAKU KONSUMEN

OLEH KELOMPOK VII (TUJUH) :
|
1.
|
ARDIAN MAULID
|
115040100111059
|
|
2.
|
ANGGRAENI PURWANTI
|
115040101111088
|
|
3.
|
ANNISA YUDHISTIA C.
|
115040101111192
|
|
4.
|
ARIE MARCELINA PRIHATINI
|
115040101111201
|
|
5.
|
ANISA SEVILIA K.
|
115040107111015
|
Kelas : Agribisnis C
PROGRAM STUDI
AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012
C. TUGAS KEGIATAN
BELAJAR I
1.
Membuat karangan (essay) tentang relevansi dan manfaat kajian perilaku konsumen bagi
mahasiswa Program Stusi Agribisnis.
Lulusan Program Stusi Agribisnis akan berprofesi sebagai manajer,
produsen, birokrat, konsultan dan peneliti.
→ Jawab :
Perilaku konsumen
adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan
pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk
dan jasa mereka, jadi perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat
dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses
keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan.
✰ Relevansi Perilaku Konsumen
Bagi Mahasiswa Program Studi Agribisnis.
Kajian perilaku konsumen
sangat penting bagi mahasiswa PS Agribisnis, apalagi jika para lulusan
agribisnis ingin berprofesi sebagai manajer, produsen, konsultan, birokrat dan
peneliti karena disini dipelajari bagaimana cara para manajer dalam pengambilan
keputusan, strategi pemasaran dan bisnis, membantu legislator dan regulator
dalam menciptakan hukum dan peraturan yang berkaitan dengan pembelian dan
penjualan barang dan jasa, kemudian mengenali, menganalisis, dan memahami
tentang suatu hal dan lain-lain, sesuai dengan profesi masing-masing.
Manfaat Perilaku
Konsumen.
1.
Profesi Manajer.
Manajer perusaaan menggunakan
perilaku konsumen untuk menyusun perencanaan perusahaannya, mengevaluasi
kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakan
koreksi yang diperlukan. Keputusan yang diambil oleh manajer berdasarkan informasi perilaku konsumen yang terjadi, misalnya:
menentukan strategi apa yang sebaiknya dilakukan agar konsumen tertarik
terhadap suatu produk, fenomena Perilaku Konsumen sebagai bekal yang relevan
untuk setiap keputusan pemasaran dan
mengembangkan strategi pemasaran. Seorang manajer sebuah perusahaan bertanggung
jawab atas berhasil atau tidaknya perusahaan yang dipimpinnya.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain
dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Seorang manajer harus selalu memantau dan
menyebarkan informasi, serta berperan sebagai juru bicara sehingga dapat
memimpin perusahaan. Dengan mempelajari perilaku konsumen, manajer dapat
mengambil sebuah keputusan karena sudah mengerti dengan keadaan konsumen,
sehingga ia dapat membuat strategi untuk pemasaran produknya.
2. Profesi
Produsen.
Produsen adalah orang yang melakukan kegiatan
produksi untuk menghasilkan suatu barang produksi yang akan dijual kepada
konsumen dengan tujuan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari barang
yang diproduksinya. Produsen mempelajari
perilaku konsumen untuk mengetahui produk apa yang sedang dibutuhkan konsumen,
yang tidak disukai konsumen serta untuk menentukan harga produksi yang mampu
dibeli oleh konsumen. Produsen dapat mengetahui tentang apa yang sedang
diminati konsumen sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Sehingga produsen
dapat memprediksikan berapa kuantitas barang yang akan diproduksi sesuai dengan
keadaan pasar agar produsen tidak mengalami kerugian. Dengan demikian, strategi
pemasaran yang diterapkan oleh produsen menjadi lebih tepat.
Pada saat ini, produk-produk yang beredar di
pasaran sangatlah banyak sehingga konsumen bebas memilih barang yang akan
mereka beli untuk memenuhi kebutuhannya. Namun demikian, produsen tidak bisa
mengendalikan konsumen dalam hal produk yang harus dibeli oleh konsumen.
Konsumen yang memegang kendali produk apa yang seharusnya diproduksi oleh
produsen. Oleh karena itu, produsen harus berfokus pada konsumen karena
konsumen adalah bagian terpenting dari perusahaan. Untuk mempelajari semua hal
tentang itu, maka diperlukan sebuah studi tentang perilaku konsumen. Produsen
harus mampu membujuk konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan atau
dipasarkan. Selain itu peran perilaku konsumen terhadap para produsen adalah bagaimana produsen dapat
memahami cara konsumen dalam mengambil keputusan sehingga produsen dapat
merancang strategi dengan baik. Dengan kata lain produsen harus mengetahui
keadaan pasar dan konsumen. Dimana konsumen selalu menginginkan sesuatu yang murah
tetapi nilainya efektif. Permintaan konsumen bermacam-macam tergantung
dengan kebutuhannya. Seorang produsen haruslah jeli menentukan strategi apa
yang tepat agar produknya dapat terjual. Tentunya produk tersebut haruslah
sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen. Seorang produsen juga melihat
keadaan pasar sehingga mengerti adanya persaingan dan bisa menentukan bagaimana
strategi produksinya. Kajian perilaku konsumen mempelajari bagaimana strategi
melihat keadaan pasar dan kebutuhan konsumen.
3.
Profesi Birokrat
Birokrat
merupakan salah satu profesi yang biasanya bekerja di berbagai instansi
pemerintahan atau sekelompok pranata atau lembaga tertentu yang bertugas pada
suatu pemerintahan dalam negara yang bertujuan untuk melayani kepentingan
rakyat.
Birokrasi ini merupakan instrumen
penting dalam masyarakat modern yang kehadirannya tak mungkin terelakkan.
Eksistensi birokrasi ini sebagai konsekuensi logis dari tugas utama negara
(pemerintahan) untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat (social
welfare). Negara dituntut terlibat dalam memproduksi barang dan
jasa yang diperlukan oleh rakyatnya (public goods and services) baik secara
langsung maupun tidak. Bahkan dalam keadaan tertentu negara yang memutuskan apa
yang terbaik bagi rakyatnya. Untuk itu negara mernbangun sistem administrasi
yang bertujuan untuk melayani kepentingan rakyatnya yang disebut dengan istilah
birokrasi. Sejauh ini, birokrasi menunjuk pada empat pengertian, yaitu: Pertama,
menunjuk pada kelompok pranata atau lembaga tertentu. Pengertian ini menyamakan
birokrasi dengan biro. Kedua, menunjuk pada metode khusus
untuk pengalokasian sumberdaya dalam suatu organisasi besar. Pengertian ini
berpadanan dengan istilah pengambilan keputusan birokratis. Ketiga,
menunjuk pada “kebiroan” atau mutu yang membedakan antara biro-biro dengan
jenis-jenis organisasi lain. Pengertian ini lebih menunjuk pada sifat-sifat
statis organisasi (Downs, 1967 dalam Thoha, 2003). Keempat,
sebagai kelompok orang, yakni orang-orang yang digaji yang berfungsi dalam
pemerintahan (Castle, Suyatno, dan Nurhadiantomo, 1983).
Peran perilaku konsumen bagi organisasi birokrat
adalah sebagai dasar perumusan kebijakan publik dan perundang-undangan untuk melindungi konsumen. Dalam hal ini
pemerintah berkewajiban untuk mempengaruhi pilihan konsumen melalui pelarangan
terhadap produk bisnis yang merugikan konsumen. Sebagai contoh, penarikan
produk susu yang mengandung melamin yang pernah dilakukan oleh Departemen
Kesehatan yang bekerjasama dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan pada
tahun 2008. Secara makro, Undang-Undang Pangan mempunyai dampak positif
terhadap perkembangan perekonomian, yaitu melalui peningkatan produksi karena
meningkatnya konsumsi sebagai akibat jaminan kehalalan produk (Sumarwan, 2004).
Jadi
dalam pelajaran perilaku konsumen mempelajari bagaimana birokrat dapat melihat
keadaan kebutuhan konsumen sehingga kebutuhan kesejahteraan konsumen terpenuhi.
4.
Konsultan
Konsultan merupakan seorang tenaga professional yang menyediakan jasa
nasehat ahli dalam bidang keahliannya. Konsultan dapat bergerak di berbagai
bidang keahlian diantaranya adalah konsultan bidang perilaku konsumen. Konsultan
bidang ini dapat memberikan jasa nasehat pada sebuah perusahaan produksi dalam
menentukan barang apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen.
Peran perilaku konsumen terhadap profesi konsultan
adalah seorang konsultan dapat memberi nasehat atau informasi pada
sebuah perusahaan untuk menentukan produk apa yang harus dipasarkan dengan
melihat keadaan dan kebutuhan konsumen sehingga
produk yang dikeluarkan sangat bermanfaat dan laku terjual.
5.
Profesi Peneliti
Peneliti merupakan sebuah profesi yang tujuannya adalah
menemukan, mengenali, menganalisis, dan memahami tentang suatu hal. Perilaku
konsumen merupakan salah satu hal yang menarik untuk diteliti oleh seorang
peneliti. Seorang peneliti akan menemukan dan menganalisis tentang hal baru
dalam perilaku konsumen sebagai bahan acuan untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan yang sedang berkembang.
Peran perilaku kosumen terhadap profesi peneliti
dapat menentukan segmen pasar apa yang tepat sehingga target pasar akan sesuai.
Dengan mempelajari perilaku konsumen dapat memberikan pengetahuan kepada para
pemasar dengan dasar pengetahuan analisis konsumen. Apa yang sedang dibutuhkan
konsumen, mengapa konsumen ingin membeli, berapa banyak yang dibutuhkan, dan juga dapat mendeteksi
dan memenuhi perubahan prioritas konsumen, serta mengatasi persaingan dan
mencegah berimigrasinya konsumen kepada pihak lain sehingga tahu apa yang sedang terjadi pada
konsumen. Peneliti dapat membantu menganalisis keadaan yang di alami oleh
konsumen.
2.
Memberikan contoh situasi dimana strategi pemasaran
mempengaruhi perilaku pembelian Saudara terhadap suatu produk (sebutkan nama
produknya).
✰ Contoh Produk Bakpao Telo di Purwodadi Malang
Strategi Pemasaran :
![]() |
Pada pengembangan produk pertanian, produk akan berhasil jika mengikuti isu atau perkembangan informasi yang terbaru. Isu yang berkembang saat ini adalah masalah lingkungan dengan adanya global warmning, back to nature dan penggunaan produk organik. Produk pertanian akan mudah diterima konsumen jika produk tersebut memiliki perbedaan yang sangat jelas dari produk yang sudah ada sebelumnya. Hal ini dikarenakan produk pertanian pada umumnya adalah produk follower. Sebagai contoh, peluncuran produk Bakpao Telo yang cukup sukses di Malang. Bahan baku bakpao telo yang berasal dari ketela bagi konsumen merupakan hal yang baru dan memiliki perbedaan yang
Gambar : Tempat Produksi Aneka Olahan dari Telo
cukup
jelas dari produk bakpao yang telah ada dengan bahan baku dari tepung. Selain bakpao telo terdapat
banyak produk lain yaitu mie telo, French fries telo, kue-kue telo, es krim
telo, tepung telo dan sebagainya, sebagai konsumen kami akan merasa tertarik
dengan produk-produk tersebut karena inovasi baru yang ditawarkan sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan konsumen.
Bakpao ini memiliki perbedaan dengan bakpao-bakpao
biasa, yaitu menggunakan bahan dasar telo (ubi jalar) dimana kandungan ubi
jalar sangat bermanfaat seperti mengandung vit.A sebanyak 4 (empat) kali dari
wortel.
Dalam divisi data dan informasi, SPAT (Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu) juga melaksanakan kegiatan pengembangan situs dan
komunikasi dengan situs di Negara lain dalam akses informasi harga dan
pemasaran produk untuk menjangkau pasar internasional. Hal ini telah berdampak
pada telah diekspornya produk olahan hasil pertanian dari SPAT ke manca negara
(Malaysia dan Jepang).
Strategi bisnis yang dilakukan oleh SPAT adalah: kompetisi (meningkatkan daya saing dengan pemahaman kebutuhan
pasar, peluang bisnis, dan kompetitor); koneksi (membentuk hubungan jaringan pengembangan
brand dan persepsi/image perusahaan); dan kolaborasi (menjalin kolaborasi
dengan relasi yang seimbang untuk memenangkan kompetisi).
Untuk produk pertanian produsen harus
memperhatikan penggunaan bahan baku sampai proses produksi yang dilakukan.
Disamping itu masalah-masalah yang terkait dengan packing, labeling, branding,
komposisi dan ingridient serta manfaat produk dan masa kadaluwarsa perlu
diperhatikan. Hal ini agar dapat diketahui secara pasti oleh konsumen yang saat
ini sudah memperhatikan masalah gizi dan jaminan keamanan pangan. Di samping
itu, dengan penampakan produk yang baik, dapat memberikan preferensi konsumen
bahwa pangan olahan hasil home industri tidak terkesan “inferior” atau murahan.
Dengan strategi pemasaran yang ditata
rapi dan apik, produk ini sudah banyak mendatangkan konsumen dari berbagai
kalangan (sudah mendapat tempat tersendiri bagi konsumen), melalui iklan-iklan
atau situs jejaring sosial yang membahas mengenai produk telo ini diantaranya
keunggulan, prestasi-prestasi yang diraih perusahaan dan segala informasi
mengenai produk ini maka konsumen akan semakin merasa tertarik untuk mengetahui
lebih lanjut dan akhirnya akan membeli produk tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Aji. 2010. Strategi Pemasaran Bakpao Telo Malang.
Online. (http://ajichrw.wordpress.com/2009/07/15/strategi-pengembangan-agrobisnis-bakpao-telo-di-purwodadi/.html). Diakses pada Tanggal 13 September 2012.
Arics. 2011. Srategi Pemasaran Bakpao Telo Malang.
Online (http://aricsmlg.blogspot.com/2011/02/strategi-pengembangan-dan-pemasaran.html). Diakses pada Tanggal
13 September 2012.
Shoimus. 2011. Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen.
Online. (http://shoimus1990.blogspot.com/2012/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html).
Diakses pada Tanggal 13 September 2012.
Tim Dosen. Modul Perilaku Konsumen. 2012. Fakultas
Pertanian Universitas Brawijaya Malang.
