Senin, 05 November 2012

pk


PAPER TUGAS KEGIATAN BELAJAR I
PERILAKU KONSUMEN






                                   

                                   

OLEH KELOMPOK VII (TUJUH) :
    1.
ARDIAN MAULID
115040100111059
     2.
ANGGRAENI PURWANTI
115040101111088
3.
ANNISA YUDHISTIA  C.
115040101111192
4.
ARIE MARCELINA PRIHATINI
115040101111201
5.
ANISA SEVILIA K.
115040107111015
         Kelas : Agribisnis C

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012
C. TUGAS KEGIATAN BELAJAR I

1.        Membuat karangan (essay) tentang relevansi dan manfaat kajian perilaku konsumen bagi mahasiswa Program Stusi Agribisnis.  Lulusan Program Stusi Agribisnis akan berprofesi sebagai manajer, produsen, birokrat, konsultan dan peneliti.
  Jawab :
Perilaku konsumen adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka, jadi perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan.
  Relevansi Perilaku Konsumen Bagi Mahasiswa Program Studi Agribisnis.
Kajian perilaku konsumen sangat penting bagi mahasiswa PS Agribisnis, apalagi jika para lulusan agribisnis ingin berprofesi sebagai manajer, produsen, konsultan, birokrat dan peneliti karena disini dipelajari bagaimana cara para manajer dalam pengambilan keputusan, strategi pemasaran dan bisnis, membantu legislator dan regulator dalam menciptakan hukum dan peraturan yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa, kemudian mengenali, menganalisis, dan memahami tentang suatu hal dan lain-lain, sesuai dengan profesi masing-masing.
Manfaat Perilaku Konsumen.
1.              Profesi Manajer.
Manajer perusaaan menggunakan perilaku konsumen untuk menyusun perencanaan perusahaannya, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakan koreksi yang diperlukan. Keputusan yang diambil oleh manajer berdasarkan informasi  perilaku konsumen yang terjadi, misalnya: menentukan strategi apa yang sebaiknya dilakukan agar konsumen tertarik terhadap suatu produk, fenomena Perilaku Konsumen sebagai bekal yang relevan untuk setiap keputusan pemasaran dan  mengembangkan strategi pemasaran. Seorang manajer sebuah perusahaan bertanggung jawab atas berhasil atau tidaknya perusahaan yang dipimpinnya.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Seorang manajer harus selalu memantau dan menyebarkan informasi, serta berperan sebagai juru bicara sehingga dapat memimpin perusahaan. Dengan mempelajari perilaku konsumen, manajer dapat mengambil sebuah keputusan karena sudah mengerti dengan keadaan konsumen, sehingga ia dapat membuat strategi untuk pemasaran produknya.
2.     Profesi Produsen.
Produsen adalah orang yang melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan suatu barang produksi yang akan dijual kepada konsumen dengan tujuan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari barang yang diproduksinya.  Produsen mempelajari perilaku konsumen untuk mengetahui produk apa yang sedang dibutuhkan konsumen, yang tidak disukai konsumen serta untuk menentukan harga produksi yang mampu dibeli oleh konsumen. Produsen dapat mengetahui tentang apa yang sedang diminati konsumen sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Sehingga produsen dapat memprediksikan berapa kuantitas barang yang akan diproduksi sesuai dengan keadaan pasar agar produsen tidak mengalami kerugian. Dengan demikian, strategi pemasaran yang diterapkan oleh produsen menjadi lebih tepat.
 Pada saat ini, produk-produk yang beredar di pasaran sangatlah banyak sehingga konsumen bebas memilih barang yang akan mereka beli untuk memenuhi kebutuhannya. Namun demikian, produsen tidak bisa mengendalikan konsumen dalam hal produk yang harus dibeli oleh konsumen. Konsumen yang memegang kendali produk apa yang seharusnya diproduksi oleh produsen. Oleh karena itu, produsen harus berfokus pada konsumen karena konsumen adalah bagian terpenting dari perusahaan. Untuk mempelajari semua hal tentang itu, maka diperlukan sebuah studi tentang perilaku konsumen. Produsen harus mampu membujuk konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan atau dipasarkan. Selain itu peran perilaku konsumen terhadap  para produsen adalah bagaimana produsen dapat memahami cara konsumen dalam mengambil keputusan sehingga produsen dapat merancang strategi dengan baik. Dengan kata lain produsen harus mengetahui keadaan pasar dan konsumen. Dimana konsumen selalu menginginkan sesuatu yang murah tetapi nilainya efektif. Permintaan konsumen bermacam-macam tergantung dengan kebutuhannya. Seorang produsen haruslah jeli menentukan strategi apa yang tepat agar produknya dapat terjual. Tentunya produk tersebut haruslah sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen. Seorang produsen juga melihat keadaan pasar sehingga mengerti adanya persaingan dan bisa menentukan bagaimana strategi produksinya. Kajian perilaku konsumen mempelajari bagaimana strategi melihat keadaan pasar dan kebutuhan konsumen.
3.                  Profesi Birokrat
Birokrat merupakan salah satu profesi yang biasanya bekerja di berbagai instansi pemerintahan atau sekelompok pranata atau lembaga tertentu yang bertugas pada suatu pemerintahan dalam negara yang bertujuan untuk melayani kepentingan rakyat.
Birokrasi ini merupakan  instrumen penting dalam masyarakat modern yang kehadirannya tak mungkin terelakkan. Eksistensi birokrasi ini sebagai konsekuensi logis dari tugas utama negara (pemerintahan) untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat (social welfare). Negara dituntut terlibat dalam memproduksi barang dan jasa yang diperlukan oleh rakyatnya (public goods and services) baik secara langsung maupun tidak. Bahkan dalam keadaan tertentu negara yang memutuskan apa yang terbaik bagi rakyatnya. Untuk itu negara mernbangun sistem administrasi yang bertujuan untuk melayani kepentingan rakyatnya yang disebut dengan istilah birokrasi. Sejauh ini, birokrasi menunjuk pada empat pengertian, yaitu: Pertama, menunjuk pada kelompok pranata atau lembaga tertentu. Pengertian ini menyamakan birokrasi dengan biro. Kedua, menunjuk pada metode khusus untuk pengalokasian sumberdaya dalam suatu organisasi besar. Pengertian ini berpadanan dengan istilah pengambilan keputusan birokratis. Ketiga, menunjuk pada “kebiroan” atau mutu yang membedakan antara biro-biro dengan jenis-jenis organisasi lain. Pengertian ini lebih menunjuk pada sifat-sifat statis organisasi (Downs, 1967 dalam Thoha, 2003). Keempat, sebagai kelompok orang, yakni orang-orang yang digaji yang berfungsi dalam pemerintahan (Castle, Suyatno, dan Nurhadiantomo, 1983).
Peran perilaku konsumen bagi organisasi birokrat adalah sebagai dasar perumusan kebijakan publik dan perundang-undangan untuk melindungi konsumen. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban untuk mempengaruhi pilihan konsumen melalui pelarangan terhadap produk bisnis yang merugikan konsumen. Sebagai contoh, penarikan produk susu yang mengandung melamin yang pernah dilakukan oleh Departemen Kesehatan yang bekerjasama dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2008. Secara makro, Undang-Undang Pangan mempunyai dampak positif terhadap perkembangan perekonomian, yaitu melalui peningkatan produksi karena meningkatnya konsumsi sebagai akibat jaminan kehalalan produk (Sumarwan, 2004).
Jadi dalam pelajaran perilaku konsumen mempelajari bagaimana birokrat dapat melihat keadaan kebutuhan konsumen sehingga kebutuhan kesejahteraan konsumen terpenuhi.
4.                 Konsultan
 Konsultan merupakan seorang tenaga professional yang menyediakan jasa nasehat ahli dalam bidang keahliannya. Konsultan dapat bergerak di berbagai bidang keahlian diantaranya adalah konsultan bidang perilaku konsumen. Konsultan bidang ini dapat memberikan jasa nasehat pada sebuah perusahaan produksi dalam menentukan barang apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen.
Peran perilaku konsumen terhadap profesi konsultan adalah seorang konsultan dapat memberi nasehat atau informasi pada sebuah perusahaan untuk menentukan produk apa yang harus dipasarkan dengan melihat keadaan dan kebutuhan konsumen sehingga  produk yang dikeluarkan sangat bermanfaat dan laku terjual.
5.                 Profesi Peneliti
  Peneliti merupakan sebuah profesi yang tujuannya adalah menemukan, mengenali, menganalisis, dan memahami tentang suatu hal. Perilaku konsumen merupakan salah satu hal yang menarik untuk diteliti oleh seorang peneliti. Seorang peneliti akan menemukan dan menganalisis tentang hal baru dalam perilaku konsumen sebagai bahan acuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang sedang berkembang.
Peran perilaku kosumen terhadap profesi peneliti dapat menentukan segmen pasar apa yang tepat sehingga target pasar akan sesuai. Dengan mempelajari perilaku konsumen dapat memberikan pengetahuan kepada para pemasar dengan dasar pengetahuan analisis konsumen. Apa yang sedang dibutuhkan konsumen, mengapa konsumen ingin membeli, berapa banyak yang dibutuhkan, dan juga dapat mendeteksi dan memenuhi perubahan prioritas konsumen, serta mengatasi persaingan dan mencegah berimigrasinya konsumen kepada pihak lain sehingga tahu apa yang sedang terjadi pada konsumen. Peneliti dapat membantu menganalisis keadaan yang di alami oleh konsumen.









2.                 Memberikan contoh situasi dimana strategi pemasaran mempengaruhi perilaku pembelian Saudara terhadap suatu produk (sebutkan nama produknya).
    Contoh Produk Bakpao Telo di Purwodadi Malang
Strategi Pemasaran :



Pada pengembangan produk pertanian, produk akan berhasil jika mengikuti isu atau perkembangan informasi yang terbaru. Isu yang berkembang saat ini adalah masalah lingkungan dengan adanya global warmning, back to nature dan penggunaan produk organik. Produk pertanian akan mudah diterima konsumen jika produk tersebut memiliki perbedaan yang sangat jelas dari produk yang sudah ada sebelumnya. Hal ini dikarenakan produk pertanian pada umumnya adalah produk follower. Sebagai contoh, peluncuran produk Bakpao Telo yang cukup sukses di Malang. Bahan baku bakpao telo yang berasal dari ketela bagi konsumen merupakan hal yang baru dan memiliki perbedaan yang    
                           Gambar : Tempat Produksi Aneka Olahan dari Telo
cukup jelas dari produk bakpao yang telah ada dengan bahan baku dari tepung. Selain bakpao telo terdapat banyak produk lain yaitu mie telo, French fries telo, kue-kue telo, es krim telo, tepung telo dan sebagainya, sebagai konsumen kami akan merasa tertarik dengan produk-produk tersebut karena inovasi baru yang ditawarkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
Bakpao ini memiliki perbedaan dengan bakpao-bakpao biasa, yaitu menggunakan bahan dasar telo (ubi jalar) dimana kandungan ubi jalar sangat bermanfaat seperti mengandung vit.A sebanyak 4 (empat) kali dari wortel.
Dalam divisi data dan informasi, SPAT (Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu) juga melaksanakan kegiatan pengembangan situs dan komunikasi dengan situs di Negara lain dalam akses informasi harga dan pemasaran produk untuk menjangkau pasar internasional. Hal ini telah berdampak pada telah diekspornya produk olahan hasil pertanian dari SPAT ke manca negara (Malaysia dan Jepang).
Strategi bisnis yang dilakukan oleh SPAT  adalah: kompetisi (meningkatkan daya saing dengan pemahaman kebutuhan pasar, peluang bisnis, dan kompetitor); koneksi (membentuk hubungan jaringan pengembangan brand dan persepsi/image perusahaan); dan kolaborasi (menjalin kolaborasi dengan relasi yang seimbang untuk memenangkan kompetisi).
Untuk produk pertanian produsen harus memperhatikan penggunaan bahan baku sampai proses produksi yang dilakukan. Disamping itu masalah-masalah yang terkait dengan packing, labeling, branding, komposisi dan ingridient serta manfaat produk dan masa kadaluwarsa perlu diperhatikan. Hal ini agar dapat diketahui secara pasti oleh konsumen yang saat ini sudah memperhatikan masalah gizi dan jaminan keamanan pangan. Di samping itu, dengan penampakan produk yang baik, dapat memberikan preferensi konsumen bahwa pangan olahan hasil home industri tidak terkesan “inferior” atau murahan.
Dengan strategi pemasaran yang ditata rapi dan apik, produk ini sudah banyak mendatangkan konsumen dari berbagai kalangan (sudah mendapat tempat tersendiri bagi konsumen), melalui iklan-iklan atau situs jejaring sosial yang membahas mengenai produk telo ini diantaranya keunggulan, prestasi-prestasi yang diraih perusahaan dan segala informasi mengenai produk ini maka konsumen akan semakin merasa tertarik untuk mengetahui lebih lanjut dan akhirnya akan membeli produk tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Aji. 2010. Strategi Pemasaran Bakpao Telo Malang. Online. (http://ajichrw.wordpress.com/2009/07/15/strategi-pengembangan-agrobisnis-bakpao-telo-di-purwodadi/.html). Diakses pada Tanggal 13 September 2012.
Arics. 2011. Srategi Pemasaran Bakpao Telo Malang. Online (http://aricsmlg.blogspot.com/2011/02/strategi-pengembangan-dan-pemasaran.html). Diakses pada Tanggal 13 September 2012.
Shoimus. 2011. Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen. Online. (http://shoimus1990.blogspot.com/2012/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html). Diakses pada Tanggal 13 September 2012.
Tim Dosen. Modul Perilaku Konsumen. 2012. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.


Tugas Kuliah